Jejak yang tak bersinggungan
Atas takdir Allah, semesta mempertemukan kami di gerbang sekolah yang sama. Saat itu, Aida adalah siswi baru yang memulai langkah di kelas 10, sementara Ataz adalah kakak kelas yang sudah menapak di kelas 11. Selama duduk di bangku SMK, kami hanya menjadi dua asing yang saling tahu nama tanpa pernah sekali pun bertukar sapa. Waktu berlalu, lulus dari sekolah menengah kejuruan dan membawa kami ke jalan yang berbeda. Tak ada interaksi, tak ada komunikasi, kami sibuk dengan aktivitas kami masing-masing.
Dipersiapkan untuk proyek hidup yang besar
Setelah delapan tahun sunyi, takdir Allah mempertemukan kami kembali dalam sosial media. Mulai berinteraksi sekedar menanyakan kabar dan diskusi ringan, namun dari diskusi tersebut membuat kami mulai sedikit mengenal karakter satu sama lain. Pada diskusi saat itu, kami hanya menjalin komunikasi dan interaksi biasa tanpa tahu bahwa kami sedang dipersiapkan-Nya untuk proyek hidup yang lebih besar.
Selama delapan tahun lamanya perjalanan kami masing-masing berproses dan bertumbuh dengan keyakinan dan pemahaman
yang akhirnya membentuk kami menuju versi terbaik masing masing.
Menyongsong takdir Allah
Indahnya Allah dengan skenario terbaik-Nya, setelah kami melakukan banyak nya diskusi menghasilkan ketetapan hati yang tertuju pada seseorang, keyakinan untuk melangkah bersama dalam menyongsong takdir Allah dengan cara dan jalan yang Allah ridhoi. Kami menyadari bahwa setiap pertemuan kami di masa lalu adalah kepingan teka-teki yang kini telah utuh. Dari kaka dan adik kelas yang hanya kenal nama menjadi teman hidup menuju muara mardhotillah.
Bersatunya kami adalah takdir Allah yang sudah tertulis bahkan sebelum kami terlahir ke dunia, takdir Allah yang berusaha kami ikhtiarkan dengan cara dan jalan yang diridhoi-Nya, takdir Allah yang kami terima dengan penuh kesyukuran, berharap menjadi berkah dan kekuatan. Semoga dengan pernikahan ini, pengabdian kami pada Allah kian meningkat, pun kebermanfaatan kami kian meluas. Sebagaimana doa-doa yang tersemat dalam asma-Nya, Ar-Rahman dan Ar-Rahim maka semoga rumah tangga ini menjadi muara limpahan Rahman dan Rahim-Nya, sebagai bekal kami untuk sampai kepada mardhotillah. Semoga Allah kuatkan langkah kami untuk membangun usrah thayyibah wa rabbun ghafuur sebuah peradaban kecil yang harum dengan karya dan ketaatan.
—Aamiin Allahumma Aamiin.
Doa untuk pengantin
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ.
Baarokallaahu laka wa baaroka 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khoir
“Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan.”
HR. Abu Dawud, Ibn Majah and At-Tirmidzi